Latest Post :
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan

Loa Janan Raih Juara Umum MTQ ke-35 se-Kukar

Kecamatan Loa Janan meraih juara umum pada pelaksanaan MTQ ke-35 Tingkat Kabupaten Kutai Kartangara (Kukar) di Kecamatan Muara Muntai dari tanggal 13 hingga 18 Maret 2013.

Keputusan rapat dewan hakim MTQ ke-35 Tingkat kabupaten Kukar tanggal 17 Maret 2013 tentang penentuan juara umum kecamatan itu disambut sorak sorai kegembiraan kontingan Loa Janan, setelah salah seorang dewan hakim Haji Damansyah membacakan pengumuman tentang kejuaraan umum pelaksanaan MTQ ke-35, Minggu malam ( 17/3 ).

Loa Janan  keluar sebagai juara umum setelah berhasil mengantongi nilai 53 dan berhak menerima piala bergilir Bupati Kukar sekaligus piala tetap. Dengan keluarnya Loa Janan yang keluar sebagi juara tahun ini, mematahkan dominasi Tenggarong yang pada MTQ sebelumnya  enam kali berturut-turut  berpredikat juara umum.

Sedangkan peringkat kedua diraih Tenggarong dengan nilai 47 dan peringkat ketiga diraih Kecamatan Loa Kulu dengan nilai 34.

Untuk pelaksanaan MTQ ke 36 Tahun 2014 mendatang, menurut rencana  akan dilaksanakan di Kecamatan Kembang Janggut.

Camat Loa Janan Mastukah mengatakan apa yang diraih kontingennya merupakan buah dari kerja keras bersama  para stakeholder terkait dalam membina para calon peserta MTQ ke-35 sejak jauh hari sebelum bertanding.

Sementara Wakil Bupati HM Ghufron Yusuf saat menutup MTQ tersebut mengatakan penyelenggaraan lomba-lomba dalam MTQ, sesungguhnya bukanlah sekedar memperlihatkan keterampilan Qori dan Qoriah dalam melantunkan keindahan ayat-ayat suci Al Quran, namun juga menyampaikan pesan-pesan suci bahwa Al Quran adalah sumber kebenaran, kebaikan, kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan, serta mengandung nilai-nilai pembentuk akhlak manusia yang paripurna, yang tentunya sangat penting, khususnya bagi kabupaten Kukar untuk terus melanjutkan cita-cita pembangunannya.

"Sebagai seorang muslim, kita diperintahkan Allah SWT untuk menerapkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al Quran secara komprehensip (kaffah), dimana Al Quran dijadikan sebagai rujukan dalam setiap gerak dan langkah kita dalam perjalanan hidup dan kehidupan di muka bumi ini," katanya.

Ucapan terima kasih juga Ia sampaikan kepada seluruh Dewan Hakim, Dewan Pengawas dan Tim Verifikasi, yang telah bekerja keras selama pelaksaan kegiatan ini. Semoga kerja keras saudara-saudara mendapat keridhoan dan pahala dari Allah SWT.

"Selamat kepada para peserta yang memperoleh prestasi terbaik dan mendapat juara umum pada MTQ kali ini untuk Kecamatan Loa Janan, teruslah mengembangkan kemampuan, sehingga terus terasah menjadi lebih baik. Para Qori dan Qoriah yang menjadi juara di tingkat Kabupaten ini Insyaa Allah akan mewakili Kukar dalam MTQ di tingkat Propinsi yang akan diselenggarakan di Malinau nanti," pesannya.

Berikut hasil selengkapnya perolehan nilai pada kegiatan MTQ ke-35 Tingkat Kabupaten Kukar di Kecamatan  Muara Muntai :

No      Kecamatan                 Jumlah Nilai
1         Loa Janan                          53
2        Tenggarong                        47
3        Loa Kulu                            34
4        Tenggarong Seberang        31
5        Muara Badak                     30
6        Marang Kayu                     20
7        Muara Jawa                        18
8        Kota Bangun                      18
9        Muara Muntai                    16
10      Samboja                             13
11      Kembang Janggut              10
12      Anggana                              8
13      Tabang                                5
14      SangaSanga                        4
15      Muara Kaman                    2
16      Kenohan                            2
17      Sebulu                               0
18      Muara Wis                        0



Loa Janan Raih Juara Umum MTQ ke-35 se-Kukar
Pembukaan MTQ Sejumlah petugas sedang mempersiapkan pengibaran bendera Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) pada pembukaan MTQ ke-35 se-Kabupaten Kutai Kartanegara di Kecamatan Muara Muntai. (Hayru Abdi/ANTARA Kaltim)
Para Qori dan Qoriah yang menjadi juara di tingkat Kabupaten ini Insyaa Allah akan mewakili Kukar dalam MTQ di tingkat Propinsi yang akan diselenggarakan di Malinau nanti

Mister Tukul Jalan2 Eps Misteri Kota Tenggarong Kaltim





Ular raksasa di sungai kapuas.mp4

kuyang dayak

Asal Usul Danau Lipan

Di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan nama Danau Lipan. Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan Semayang. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.

Dahulu kala kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan. Tepi lautnya ketika itu ialah di Berubus, kampung Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama Benua Lawas. Pada masa itu ada sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunjungi karena terletak di tepi laut.

Terkenallah pada masa itu di kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Sang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian tak lain karena bila sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya.

Kejelitaan dan keanehan Putri Aji Bedarah Putih ini terdengar pula oleh seorang Raja Cina yang segera berangkat dengan Jung besar beserta bala tentaranya dan berlabuh di laut depan istana Aji Bedarah Putih. Raja Cina pun segera naik ke darat untuk melamar Putri jelita.

Sebelum Raja Cina menyampaikan pinangannya, oleh Sang Putri terlebih dahulu raja itu dijamu dengan santapan bersama. Tapi malang bagi Raja Cina, ia tidak mengetahui bahwa ia tengah diuji oleh Putri yang tidak saja cantik jelita tetapi juga pandai dan bijaksana. Tengah makan dalam jamuan itu, puteri merasa jijik melihat kejorokan bersantap dari si tamu. Raja Cina itu ternyata makan dengan cara menyesap, tidak mempergunakan tangan melainkan langsung dengan mulut seperti anjing.

Betapa jijiknya Putri Aji Bedarah Putih dan ia pun merasa tersinggung, seolah-olah Raja Cina itu tidak menghormati dirinya disamping jelas tidak dapat menyesuaikan diri. Ketika selesai santap dan lamaran Raja Cina diajukan, serta merta Sang Putri menolak dengan penuh murka sambil berkata, "Betapa hinanya seorang putri berjodoh dengan manusia yang cara makannya saja menyesap seperti anjing."

Penghinaan yang luar biasa itu tentu saja membangkitkan kemarahan luar biasa pula pada Raja Cina itu. Sudah lamarannya ditolak mentah-mentah, hinaan pula yang diterima. Karena sangat malu dan murkanya, tak ada jalan lain selain ditebus dengan segala kekerasaan untuk menundukkan Putri Aji Bedarah Putih. Ia pun segera menuju ke jungnya untuk kembali dengan segenap bala tentara yang kuat guna menghancurkan kerajaan dan menawan Putri.

Perang dahsyat pun terjadilah antara bala tentara Cina yang datang bagai gelombang pasang dari laut melawan bala tentara Aji Bedarah Putih.

Ternyata tentara Aji Bedarah Putih tidak dapat menangkis serbuan bala tentara Cina yang mengamuk dengan garangnya. Putri yang menyaksikan jalannya pertempuran yang tak seimbang itu merasa sedih bercampur geram. Ia telah membayangkan bahwa peperangan itu akan dimenangkan oleh tentara Cina. Karena itu timbullah kemurkaannya.

Putri pun segera makan sirih seraya berucap, "Kalau benar aku ini titisan raja sakti, maka jadilah sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat memusnahkan Raja Cina beserta seluruh bala tentaranya." Selesai berkata demikian, disemburkannyalah sepah dari mulutnya ke arah peperangan yang tengah berkecamuk itu. Dengan sekejap mata sepah sirih putri tadi berubah menjadi beribu-ribu ekor lipan yang besar-besar, lalu dengan bengisnya menyerang bala tentara Cina yang sedang mengamuk.

Bala tentara Cina yang berperang dengan gagah perkasa itu satu demi satu dibinasakan. Tentara yang mengetahui serangan lipan yang tak terlawan itu, segera lari lintang-pukang ke jungnya. Demikian pula sang Raja. Mereka bermaksud akan segera meninggalkan Muara Kaman dengan lipannya yang dahsyat itu, tetapi ternyata mereka tidak diberi kesempatan oleh lipan-lipan itu untuk meninggalkan Muara Kaman hidup-hidup. Karena lipan-lipan itu telah diucap untuk membinasakan Raja dan bala tentara Cina, maka dengan bergelombang mereka menyerbu terus sampai ke Jung Cina. Raja dan segenap bala tentara Cina tak dapat berkisar ke mana pun lagi dan akhirnya mereka musnah semuanya. Jung mereka ditenggelamkan juga.

Sementara itu Aji Bedarah Putih segera hilang dengan gaib, entah kemana dan bersamaan dengan gaibnya putri, maka gaib pulalah Sumur Air Berani, sebagai kekuatan tenaga sakti kerajaan itu. Tempat Jung Raja Cina yang tenggelam dan lautnya yang kemudian mendangkal menjadi suatu daratan dengan padang luas itulah yang kemudian disebut hingga sekarang dengan nama Danau Lipan.

Asal Usul Pesut


Asal Usul Ikan Pesut. Sebenarnya aku mau posting ini pada tanggal 18 Des. 12 Karena pada tanggal 18 desember 2012 aku ( muhammad sainudin noor ) melihat pesut muncul di dekatku sekitar 10 meter pada saat aku mandi di sungai mahakam sekitar pukul 10.20 am. Karena pulsa modemnya baru diisi malam ini jadi baru sekarang dech postingnya. Oke deh langsung aja.


Kategori: Cerita Rakyat
Elemen Budaya: Cerita Rakyat
Provinsi: Kalimantan Timur
Asal Daerah: Kutai Kartanegara



Konon khabarnya dahulu kala disalah satu rantauan sungai Mahakam, terdapat sebuah dusun yang didiami oleh beberapa pasang keluarga tani. Kehidupan mereka, disamping berladang, juga membuat kebun dan ada pula yang berusaha sebagai nelayan. Setiap tahun sehabis musim panen, ramailah penduduk dusun itu mengadakan pesta upacara adat memelas tahun, yang diisi dengan berbagai pertunjukan keahlian dan kesenian yang mereka miliki. Pihak lelaki mengadu kepandaian dengan cara mereka sendiri, seperti main pencak silat, adu bintih, adu besut, adu gasing dan logo. Pihak perempuan pun tidak mau ketinggalan. Disamping turut menari secara adat, ada pula yang turut dalam pertandingan-pertandingan yang sifatnya ringan. Sudah barang tentu dalam hal ini yang merupakan acara pokok adalah memelas tahun, yang dilaksanakan oleh seorang dukun beserta orang-orang tua berpengalaman. Biasanya upacara iini berlangsung sampai berbulan-bulan lamanya. Disaat inilah kesempatan bagi para muda mudi untuk saling mengenal dan memilih jodoh. Tidaklah mengherankan bila upacara adat ini selesai, disana sini menyusul pula upacara-upacara perkawinan serba sederhana.

Ditengah masyarakat yang tinggal didusun itu, terdapatlah suatu keluarga terdiri dari suami isteri bersama anaknya dua orang, lelaki dan perempuan. Mereka hidup rukun dan damai dalam sebuah pondok. Dikiri kanannya ditanami bermacam-macam tanaman seperti ubi jalar, ubi kayu, lombok, pepaya dan pisang, sehingga untuk keperluan sehari-hari tidaklah terlalu susah mendapatkannya. Nampaknya mereka ini hidup lebih sempurna daripada tetangga atau anggota masyarakat lainnya didusun itu. Segala kesulitan ditanggulangi dan diatasi mereka sekeluarga dengan cara yang bijaksana mungkin. Begitulah mereka beberapa tahun dapat hidup rukun dan damai, sehingga tetangga sekitarnya ada juga yang iri hati melihatnya.

Pada suatu saat terjadi peristiwa yang sangat menyedihkan bagi keluarga ini. Entah disebabkan oleh apa, sang istri jatuh sakit. Walaupun telah diusahakan pengobatan secara tawar menawar dari para dukun, namun penyakitnya tidak juga berkurang. Usaha yang terakhir yang harus dilakukan adalah pengobatan dengan cara besar-besaran, yakni belian, yang dilakukan oleh seorang dukun. Dilaksanakanlah pengobatan itu selama tiga malam berturut-turut. Untuk itu keluarga yang lainnya tidak boleh keluar, demikian pula para tamu tidak diperkenankan masuk rumah selama tiga hari, menandakan bahwa pengobatan dilakukan secara besar-besaran, pengobatan menurut adat yang disebut belian, karena keadaan penyakit yang parah sekali.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, istrinya bukan menjadi sembuh, malah penyakitnya bertambah parah. Seminggu kemudian meninggallah istri yang sangat dikasihi itu, padahal ia semasa hidupnya sangatlah bijaksana dalam mengatur rumah tangga serta dalam mendidik kedua orang anaknya, yang pada waktu itu telah berumur masing-masing lelaki 12 tahun dan perempuan 8 tahun. Demikianlah keadaannya hingga sanga suami hampir lupa apa kewajiban yang harus dilaksanakan saat itu. Terlebih-lebih bila ia melihat kedua anaknya yang tak henti-hentinya menangisi sang ibu, yang telah sampai hati meninggalkan serta memutuskan kasih sayang terhadap mereka berdua.

Mendengar keadaan demikian itu, berdatanganlah para tetangga untuk mengetahui apa gerangan yang telah terjadi. Setelah masuk rumah barulah mereka mengetahui, bahwa ibu dari kedua anak itu telah meninggal dunia. Akhirnya oleh para warga dusun, diatur dan dirawatlah jenazah itu, untuk selanjutnya dimakamkan secara adat. Selama hampir sehari penuh, selesailah upacara pemakaman itu dan para warga dusun pun kembalilah kerumahnya masing-masing. Tinggallah sang ayah bersama kedua anaknya di pondok itu dengan perasaan sedih, berbeda sekali dengan keadaan sebelum peristiwa kematian itu.

Akhirnya sang ayah menjadi pemurung dan pendiam, sedangkan kedua anaknya selalu diliputi oleh rasa bingung, tak tahu apa yang harus mereka lakukan sepeninggal sang ibu. Keadaan rumah tangga tak terurus lagi, sejadi-jadinya. Terkadang makan hanya sekali sehari, terlebih-lebih pekerjaan di ladang dan dikebun sudah tidak terpikirkan lagi. Ungtunglah sekali-sekali para tetangga terutama tetua-tetua dusun datang memberikan nasehat seperlunya kepada sang ayah yang kelihatannya hampir putus asa. Namun nampaknya cara ini tidak dapat mengobati dan menghilangkan perasaan duka cita yang telah menimpa keluarga itu. Keadaan ini jadi berlarut-larut sampai berbulan-bulan sampai bertahun-tahun lamanya.

Suatu ketika di dusun itu diadakan keramaian dengan berbagai pertunjukan dan hiburan, yang sengaja diundang dari dusun lain, untuk selama dua minggu sebagai petanda, bahwa dalam tahun ini usaha perladangan dan perkebunan mereka mendapat hasil yang berlebih-lebihan.

Diantara rombongan kesenian yang diundang itu, terdapatlah seorang pemain gadis yang mempesona. Agaknya dia mempunyai kelebihan dan keistimewaan dari pada teman-teman gadis lainnya. Terbukti apabila tiba saatnya pertunjukan dimana si gadis bergaya dihadapan para pengunjung, maka ramailah sorak sorai anak muda yang menyaksikan permainan itu. Para orang tuapun terpukau dibuatnya. Tidak sedikit diantara pengunjung mencoba menggodanya atau mengadu nasib kalau-kalau beruntung dapat mempersunting gadisa itu.

Mendengar berita yang demikian itu, tergugah jua hati sang ayah hendak turut menyaksikan, bagaimana kehebatan pertunjukan yang telah dibangga-banggakan oleh para warga dusun, hingga banyak pemuda yang tergila-gila dibuatnya.

Malam itu adalah malam ketujuh dari acara keramaian yang dilangsungkan. Nampak samar-samar dari jauh sang ayah berjalan mendekati tempat pertunjukan dimana gadis itu akan bermain. Sengaja dipilhnya tempat yang lebih dekat, agar dapat menyaksikan sejelas-jelasnya bagaimana kehebatan permaianan serta rupa sang gadis itu.

Saat yang dinanti-nantikan itupun tibalah. Masing-masing penonton berusaha memilih tempat yang lebih tepat agar dapat menyaksikan lebih jelas. Berbeda dengan penonton lainnya sang ayah tidak banyak turut tertaw3a geli atau memuji-muji gadis yang beraksi iru meskipun sekali-sekali ada jua ia tersenyum kecil. Kadang kala karena kelincahan dan kecelian mata gadis itu membuang senyum kesana kemari kepada para penonton, bertemu jua pandangan si gadis dengan sang ayah. Kejadian ini berulang beberapa kali. Tidaklah diperkirakan sama sekali, kiranya terjalin rasa cinta antara si gadis dengan sang ayah, yakni ayah dari dua orang anak yang telah ditinggalkan ibu kandungnya beberapa waktu yang lalu. Demikianlah keadaannya, hingga dengan persetujuan kedua belah pihak serta direstui oleh warga dusun, berlangsunglah perkawinan dan jadilah mereka suami istri. Rupanya telah menjadi suratan, dengan berakhirnya upacara adat itu, berakhir pulalah kemurungan serta kemuraman kehidupan keluarga yang ditimpa duka nestapa itu. Mulailah mereka menyusun kehidupan baru.

Penari yang telah menjadi ibu tiri dari dua orang anak itu sangat mengharapkan agar tidak seorangpun berniat mencari-cari asal-usul dan keturunannya. Ketua rombongan yang membawanyapun pernah menerangkan, bahwa penari itu dijumpai dan diterima menjadi anggota rombongan ketika sedang berada ditengah rantauan yang sunyi, tatkala rombongan melihat ia melambaikan tangannya. Pada waktu itu diperkirakan ia sedang mendapat bahaya, namun setelah didekati ternyata ia memohon agar diterima dan diturut-sertakan dalam rombongan serta bersedia disuruh mengerjakan apa saja. Mendengar permohonannya itu ketua rombongan pun merasa iba hatinya, lalu menerimanya untuk turut bersama yang lain mengadakan pertunjukan. Siapa nyana bila si gadis penari itu, kini telah menjadi istri seorang lelaki yang telah mempunyai dua orang anak. Dan kini ia telah menjadi seorang ibu tiri.

Demikianlah mereka pun mulai mengerjakan segala pekerjaan yang dahulunya tidak mereka usahakan lagi. Sang ayah setiap pagi setelah serapan, pergi ke hutan membuat perladangan baru. Kedua orang anaknya turut pula bekerja, membantu mana yang dapat mereka kerjakan. Sang ibu tinggal di rumah menyiapkan makanan bagi si suami dan kedua anak tirinya sepulangnya dari bekerja di hutan. Begitulah seterusnya sampai berbulan-bulan lamanya, hingga kehidupan mereka menjadi cerah kembali.

Dalam keadaan yang demikian tidaklah diduga samasekali, bila sang ibu lama kelamaan mempunyai sifat yang kurang baik terhadap kedua anak tirinya. Mereka baru diberi makan setelah ada sisa makanan dari ayahnya. Sang ayah maklum akan hal ini. Namun apa daya, sedih dihati baru mulai sembuh, karena itu perlu dipupuk dengan mencurahkan kasih sayang kepada istri yang baru.

Lama kelamaan timbullah sifat serakah sang ibu, sedangkan sang ayah tidak dapat menguasai keadaan ini. Seluruh rumah tangga diatur dan berada ditangan istrinya yang muda lagi serakah itu. Kedua orang anaknya senantiasa disuruh bekerja setiap hari tanpa mengenal lelah bahkan kadang-kadang tidak wajar dikerjakan oleh mereka.

Suatu Ketika, kedua anaknya disuruh mencari kayu api sebanyak-banyaknya dan harus yang kering. Untuk memenuhi itu terpaksa kedua anak tersebut berhari-hari. Setibanya dirumah, bukanlah makanan yang didapat, melainkan hanya amarah dari sang ibu tiri, karena dituduh terlalu lama mencari kayu. Kedua anak itu terdiam tak dapat bersuara memikirkan bagaimana kesudahannya nasib mereka. Anak yang paling tua sudah berpikir nekad hendak menjawab dan lalu kemudian lari dari rumah itu, namun anak yang muda, perempuan mempunyai jiwa dan perasaan lebih halus, segera memberi saran-saran antara lain katanya: "Kak kita harus indat! Kita bukanlah diperintah oleh ibu tiri, tapi diperintah oleh ayah kita sendiri. Kemana lagi kita harus berpegang, ibu sudah tiada, satu-satunya tinggal ayah yang dapat kita harapkan untuk membimbing kita".

Kakaknya menyahut agak penasaran: "Tapi dik, ayah kelihatannya sudah terpengaruh ibu tiri kita yang serakah. Segala barang peninggalan ibu habis diwarisinya".

"Biarlah kak semua itu, apabila kita masih hidup dan sehat-sehat saja dapat bekerja dan berusaha, kitapun akhirnya dapat memiliki barang-barang seperti itu", bujuk sanga adik kepada kakaknya.

Dilain pihak, ibu tiri mereka rupanya sudah menyusun suatu rencana yang cukup matang . Pada suatu hari sang ibu menyuruh kedua orang anak tirinya itu mencari kayu api lagi : " kalian berdua hari ini harus pergi mencari kayu api lagi , jumlahnya tiga kali lebih banyak dari kayu yang sudah kalian dapat kemarin . Dan .......... Ingatlah ! kalau tidak cukup banyak kayu seperti yang ku minta , biar beberapa hari , janganlah kalian pulang dulu. Apa bila kalian pulang dengan kayu yang tidak cukup , kalian akan menerima pukulan . Berangkatlah pagi ini juga ."

Mendengar perintah ini , anak lelaki segera menjawab : " untuk apa kayu sebanyak itu ? kayu yang ini saja masih banyak . Nanti setelah hampir habis barulah kami carikan lagi!"

Mendengar jawaban anak tirinya yang tertua demikian itu, ibunya segera berkata : "Apa ? kalian membantah ? Nanti kuberitahukan kepada ayahmu bahwa kalian pemalas ! Ayo, kalian harus berangkat hari ini juga ! Bisa kembali , tetapi harus membawa kayu sebanyak yang kuperlukan!"

Anak tirinya yang perempuan sadar akan hal ini , lalu ia menarik kakaknya untuk pergi . Ia tahu ,bahwa ayahnya sudah di pengaruhi oleh ibu tirinya itu. Sia-sia saja bertahan membela diri , karena tetap akan dipersalahkan jua.

Demikianlah setelah menyiapkan alat-lat untuk mencari kayu , berangkatlah mereka menuju hutan. Hingga lewat tengah hari banyaklah kayu yang telah terkumpul bertumpuk-tumpuk disana sini , namunlah belum cukup memenuhi permintaan sang ibu tiri .Ketika itu mereka sudah merasa lapar , karena mereka berdua tidak sarapan sedikit juapun dan tidak dibekali makanan seperti biasanya. Guna menghilangkan rasa lapar terpaksa mereka memasuki semak belukar , mencari buah-buahan pap saja yang dapat di makan. Untunglah mereka menemui pohon jambu biji yang berbuah lebat sekali dan segera meraka makan dengan lahapnya.

Setelah terasa agak kenyang mereka pun mulai mengumpulkan kayu api lagi untuk menambah yang sudah ada. Sampai senja barulah mereka berhenti, namun untuk pulang mereka tidak berani, karena kayu -kayu itu belumlah mencukupi . Terpaksalah mereka bemalam di tengah belukar dalam sebuah tempat bekas pondok huma seseorang. Mereka berdua hampir tak dapat tidur , karena diganggu perasaan sedih bercampur takut . Yang lebih hebat lagi adalah gangguan dari perut yang sampai saat itu belum diisi dengan nasi, sedangkan besok harus bekerja lebih giat lagi untuk mengumpulkan dan mengansur kayu-kayu itu sampai ke rumah. Larut malam barulah mereka dapat tidur , kemudian hanyut di bawa oleh mimpi tak menentu.

Esoknya pagi-pagi benar, mereka mulai mengumpulkan kayu. Menjelang tengah hari rasa lapar pun tak tertahan lagi. Hingga akhirnya mereka tergeletak di tanah beberapa saat. Diluar dugaan sementara hendak duduk, berdirilah di sisi mereka seorang kakek seraya bertanya : " Mengapa kalian sampai berada di sini ? Apa kerja kalian di tengah hutan yang jauh dari manusia ini ?"

Adiknya yang perempuan segera menceritakan mengapa mereka sampai berada di situ. Diceritakan pula tentang tingkah laku ibu tiri mereka serta tugas berat yang harus mereka laksanakan. Ditambahkan , bahwa mereka sejak kemarin belum makan nasi , hingga rasanya sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pekerjaan.

Mendegar tuturan itu sang kakek merasa iba hatinya lalu berkata : "Kalian memerlukan pertolongan dan akan kutolong supaya kalian dapat melanjutkan tugas hingga selesai. Cobalah kalian pergi berjalan kesana tidak jauh dari sini. Disana akan kalian jumpai beberapa pohon yang sedang berbuah. Petik dan makanlah buah-buah itu sepuas-puasnya hingga kenyang.Hanya harus diingat,janganlah dicari lagi pada esok harinya karena pekerjaan itu akan sia-sia saja. Pergilah ke tempat itu saat ini juga".

Sambil mengucapkan terima kasih,segeralah kakak beradik itu berjalan menuju tempat termaksud. Setelah tiba, ternyata apa yang diucapkan kakek tadi adalah benar Diaitu diketemukan bermacam-macam pohon buah-buahan. Buahnya sangat lebat, Pisang dan Pepaya masak berjatuhan demikian pula buah-buah yang lainnya. Karena lapar, merekapun segera memetik buah-buah itu lalu dimakan sepuas-puasnya ditempat itu juga sesuai pesan sang kakek. Dengan memakan buah-buah itu perut mereka terasa kenyang sedangkan badan teras segar kembali hingga mampu melanjutkan pekerjaan.

Menjelang sore hari, kayu pun telah selesai diangsur kerumah, kemudian langsung disusun sesuai permintaan sang ibu tiri, tanpa memperhatikan keadaan rumah mereka. Sampai senja barulah mereka selesai menyusun kayu-kayu itu. Mereka ingin naik kerumah hendak melapor kepada ibu tiri mereka, tetapi alangkah terkejut mereka setelah menyaksikan keadaan didalam rumah itu sudah kosomg sama sekali.
Ternyata ayahnya sudah pergi bersama ibu tirinya meninggalkan rumah itu. Segala isi rumah habis dibawa serta, merupakan tanda mereka tidak akan kembali lagi. Kedua saudara itupun kebingungan, tak tahu apa yang harus dilakukan, lalu menangis sejadi-jadinya mengenangkan nsib diri. Mereka terkenang pada ibu tercinta telah tiada, kemudian teringat pula ibu tiri yang sedemikian kejam. Akhirnya teringat pada ayah tanpa tahu kemana arah tujuannya.

Ini sudah tentu adalah kekejaman sang ibu tiri yang amat serakah itu. Bersama suaminya ia berpindah ke lain tempat secara sembunyi-sembunyi supaya tidak diketahui dan tidak dapat disusul oleh kedua anaknya.

Mendengar tangis kedua saudara itu,berdatanglah tetangga sekitarnya ingin mengetahui apa gerangan yang terjadi, Mereka terkejut setelah mengetahui bahwa ayah dan ibu tiri anak itu telah pindah secara diam-diam. Meskipun tangis belum reda dan sedih masih terasa, namun pada malamnya makan hasil pemberian tetangga, kedua anak itu tertidurlah.

Esok harinya kedua anak itu berusaha hendak menyusul orang tuanya. Rencana itu mereka ceritakan kepada ketetangga terdekat. Bagaimanapun juga mereka harus mengetahui keadaan ayah mereka, apakah masih hidup ataukah sudah mati akibat kekejaman ibu tirinya. Sekedar untuk sangu dan bekal makanan dalam perjalanan, warga dusun sepakat untuk menukari kayu hasil carian mereka dengan bahan makanan yang dapat mereka bawa. Sudah dua hari dalam perjalanan dan perbekalan sudah habis, namun orang tua mereka belum dijumpai.

Pada hari ketiga setelah seharian penuh tidak makan, sampailah mereka disuatu daerah ketinggian dan dari situ terlihatlah asap api mengepul dikejauhan. Segeralah mereka menuju ketempat itu, setidak-tidaknya agar dapat bertanya kepada penghuninya barangkali mengetahui atu melihat orang tuanya. Setibanya di tempat itu , mereka segera memberi hormat kepada penghuni seorang kakek yang sedang duduk acuh tak acuh. Kakek itu tenang-tenang saja mndapat penghormatan , lama baru ia membalasnya.

Sambil terkekeh dan batuk-batuk kecil si kakek bertanya : "Kalian dari mana ? Apa maksud kalian datang ketempat saya jauh terpencil ini ?"

Segeralah keua anak itu menjelaskan sebab-sebab mereka sampai ke tempat itu, sedang si kakek mengangguk-angguk seolah-olah sudah maklum keadaan anak itu. Kemudian orang tua itu berkata : "Beberapa hari yang lalu memang ada lewat disini seorang lelaki dengan seorang perempuan . Kelihatanya sangat banyak membawa barang-barang. Mereka meminjam perahuku untuk menyebrangi sungai. Menurut pengakuannya, mereka hendak tinggal menetap disebrang sana dengan membuat pondok dan perkebunan baru. Mungkin mereka itulah yang kalian cari".

Si kakek tak sabar lagi lalu bertanya : " Kalau demikian kisahnya memang tidak salah lagi, itu adalah orang tua yang kami cari-cari sampai kini. Bisakah kakek membantu kami mengantarkan ke sebrang ?"

Kakek itu tersenyum seraya berkata: " Kakek ini sudah tua benar,tak kuat lagi mendayung.Kalau kalian ingin jua menyusul, pakailah perahu kakek yang ada di sungai itu ."

Kakak-beradik itupun memberanikan diri untuk membawa perahu itu . Setelah mengucapkan terima kasih mereka pun pergi hendak menyebrangi sungai.

Di tengah sungai yang deras arusnya, beberapa kali perahu mereka terputar-putar, karena tak tahu bagaimana harus mengemudikannya. Setelah larut beberapa rantauan akhirnya sampai jualah mereka ke sebrang. Perahu segera ditambatkan di dalam sebuah anak sungai. Kemudian mulai lah mereka mencari sambil mengingat petunjuk yang telah di berikan oleh kakek tadi. Kira-kira dua hari lamanya berjalan dengan perut kosong , barulah mereka menemui ujung dari sebuah dusun yang penduduknya amat jarang sekali .

Di tempat yang agak terpencil pasda bagian ujung dusun itu terlihatlah sebuah pondok yang baru di bangun. Perlahan-lahan mereka mendekati pondok itu sambil memperhatikan keadaan kalau-kalau terlihat tanda yang yang menunjukan bahwa pondok itu adalah tempat orang tua mereka. Dengan perasaan cemas dan ragu si kakak mulai menaiki tangga pondok sambil memanggil-manggil kalau-kalau ada penghuninya. Mereka sudah memutuskan seandainya pomdok itu bukan kepunyaan orang tuanya, mereka akan memohon bermalam di situ di samping minta dikasihi kiranya dapat diberi sia-sia makanan untuk pengisi perut mereka.

Sementara si kakak menaiki tangga, maka adiknya memperhatikan keadaan di sekitar pondok itu di antaranya pakaian yang sedang berjemur.

Iapun teringat pada baju ayahnya yang pernah di jahitnya karena robek terkait diri. Untuk mendapatkan kepastiaan di dekatinya lah jemuran baju itu dan akhirnya ia pun yakin , bahwa itu memang baju ayahnya yang dulu juga. Segeralah hal itu di beritaukan kepada kakaknya yang sedang kebingungan karena tidak mendapat jawaban dari penghuni pondok. Mendengar suara adiknya itu tanpa berpikir panjang lagi ia segera menyerbu pintu langsung masuk ke dalam. Kemudian disusul oleh adiknya sambil membawa baju jemuran tadi. Mereka menjadi lebih yakin seelah menyaksikan alat-alat kerja , perkakas tidur serta alat-alat lainnya yang terdapat didalam pondok itu. Karena didorong oleh rasa lapar yang tak terhingga di kakakpun memberanikan diri mencari sisa-sisa makanan di pondok itu .

Rupanya orang tua mereka terburu-buru pergi, sehingga yang tinggal di pondok itu hanyalah sebuah periuk tembaga kecil ( periuk lepo ) diatas pedapuran , sedang apinya terus menyala. Airnya kelihatan sengaja di perbanyak dari ukuran biasa, guna dapat di tinggalkan pergi. Namun isinya tidak lagi berbentuk nasi biasa tetapi sudah menjadi bubur . Tanpa pikir panajng lagi ia segera melahap nsi bubur yang panas sepuas-puasnya .Adiknya didalam agak curiga kepada si kakak lalun segera menyusul ke ruang dapur. Melihat itu rasa laparpun tak tertahankan lagi maka tanpa komentar ia mendekat. Melihat isi periuk hampir habis dan takut kalau-kalau tidak kebagian , nasi bubur itupun di sambarnya lalu dengan periuknya sekaligus , disaksikan kakaknya sambil ternganga keheranan-heranan tak dapat marah. Apa hendak dikata kini, karena bubur yang panas itu menyebabkan panas seluruh badan mereka naik tak terhingga. Dalam keadaan tak karuan demikian , keduanya egera lari kesana-kemari hendak mencari sungai. Setiap pohon pisang yang mereka temui dikiri kanan jalan menuju sungai, berganti-ganti di peluk mereka. Pohon-pohon pisang itu pun menjadi layu . Ketika mereka dapat menemukan sungai , maka mereka pun terjun ke dalamnya . Hampir bersamaan dengan itu, penghuni pondok yang ternyata memang benar orang tua mereka sendiri , datang dan terkejut melihat pohon - pohon pisang didepan pondok menjadi hangus dan layu .

Sebenarnya orang tua mereka itu baru pulang dari tempat tetangga yang saat itu mendapat kecelakaan, sehingga kepergiannya sangat tergesah-gesah. Sang istri lupa pada periuk tembaga yang masih di atas pedapuran berisi nai bubur permintaan suaminya. Orang tua mereka karena itu, terperanjat tatkala naik ke pondok di mana terdapat bungkusan dan dua buah mandau, yang setelah diteliti ternyata adalah milik kedua anaknya sendiri . Sang istri terus memeriksa keadaan pondok hingga pedapuran . Di lihatnya periuk lepo yang di tinggalkan diatas api sudah hilang, lalu di beritahukan kepada suaminya. Karena itu mereka segera turun dari pondok terus mengikuti jalan menuju sungai. Tanaman pisang dikiri kanan jalan pun pada hangus dan layu.

Setelah sampai di tepi sungai terlihatlah oleh mereka dua benda bergerak kesana kemari sambil menyemburkan air dan di atas penahan batang tertinggal kumpulan rambut manusia. Pikiran sang suami teringat pada rentetan kejadian yang mungkin sekali ada hubungannya dengan keluarga. Ia lebih terperanjat karena tiba-tiba istrinya sudah tidak berada di sisinya lagi. Rupanya menghilang secara menggaib.

Kini sadarlah sang suami bahwa istrinya bukanlah ketururan manusia biasa. Semenjak perkawinan mereka dahulu,memang istrinya tidak mau diketahui asal usul keturunannya.

Tak lama berselang orang-orang pun berdatangan hendak menyaksikan benda hidup yang bergerak kian kemari ditengah sungai sambil sekali-sekali muncul menyemburkan air keatas. Semenjak itulah masyarakat yang berada disekitar tempat itu memperkirakan, Bahwa air semburan itu panas, Sehingga ikan yang terkena akan mati dibuatnya.Demikianlah akhirnya benda yang menyembur-nyemburkan itu disebut dewasa ini oleh banyak orang ikan pasut dan ikan pesut oleh suku kutai atau ikan bawoi oleh suku pedalaman Mahakam.

Ikan ini menpunyai pernapasan melalui paru-paru, mengembangkan keturunan dengan cara beranak (melahirkan) mempunyai mulut lengkap dengan gigi , lidah , lobang hidung , lobang telinga dan mata , kemudian mempunyai alat kelamin seperti manusia , baik yang jantan maupun yang betina.Sebagai kaki adalah sirip ekor yang bentuknya sedemikian rupa, sedang sebagai pengganti tangan adalah sirip dadanya.

Adapun manfaat yang dapat diambil oleh penduduk dewasa ini khususnya para nelayan ialah antara lain :
1. Dibeberapa daerah pedalaman Mahakam,daging ikan pasut ini dapat dimanfaatkan untuk dijadikan umpan dari sejenis alat penangkap ikan, yaitu alat sodok. Biasanya ikan yang didapat dengan menggunakan daging ini akan lebih banyak dari pada menggunakan bahan lainnya;
2. Sebagai petunjuk, Bahwa apabila disuatu perairan banyak terdapat ikan pasur, menandakan disitu banyak ikannya. Perairan itu sendiri pasti agak dalam, Sehingga ikan yang berada disitu menjadi liar dan sulit ditangkap.
Justru itu para nelayan dapat dicegah mengalihkan arah perahunya berusaha kelain tempat;
3. Sebagai petunjuk apabila ikan pesut di sungai mahakam mudik sambil sekali-kali menyemburkan air keatas, itu menandakan air akan naik pasang dan menjadi dalam
4. Ada pula yang memanfaatkan hati ikan pasut sebagai obat penyakit kusta.

Disamping manfaat seperti tersebut diatas , maka berdasarkan kepercayaan terdapat pula akibat-akibat antara lian :
1. Bila terkena semburan ikan pesut dapat menyebabkan penyakit kulit terkelupas, Misalnya penyakit kurap;
2. Barang siapa membunuh ataupun mengganggu ikan pasut, orang itu akan mendapat sial dalam beberapa tahun lamanya;
3. Ikan pasut umumnya menjadi penghuni daerah muara sungai atau tempat bertulak (pusaran air).Hal ini disebabkan,Sewaktu belum menjadi pasut, ketika meminjam perahu, Sang kakek telah berpesan, bahwa perahunya harus dikembalikan jangan sampi hilang. Namun dengan tidak disengaja perahu itu telah hanyut dibawa arus entah kemana. Itulah sebabnya setelah menjadi pasut ia sering mendiami daerah muara atau tempat pusaran air dengan maksud mencari perahu tersebut kalau-kalau berada disitu.
4. Kepala ikan pasut itu licin, tidak berambut seperti manusia , ini disebabkan karena sewaktu dahulu akan tejun keair rambut-rambut mereka yang panjang tertinggal dipenahan (Baji) batang yang ada disitu.

Demikianlah hingga saat ini pasut yang sering timbul disungai mahakam itu, oleh masyarakat daerah kabupaten kutai dikenal berasal dari dua orang bersaudara lelaki dan perempuan yang setelah memeluk batang pisang kemudian terjun keair akibat makan nasi bubur yang panas sekali didalam priuk lepo.

Chris Jhon Tantang Juan Manuel Marquez


Metrotvnews.com, Jakarta: Keberhasilan Juan Manuel Marquez memukul jatuh Manny Pacquiao membuat juara dunia versi WBA asal Indonesia, Chris John, penasaran. Ia ingin kembali berhadapan dengan petinju asal Meksiko tersebut. Sebelumnya, Chris pernah mengalahkan Marquez di Tenggarong, Kalimantan Timur, pada 2006.

Menurut Chris 'The Dragon' John, Marquez memiliki pukulan keras yang bisa menjatuhkan Pacquiao. "Ini akan menjadi tugas saya untuk tidak menerima pukulan yang sama," ucapnya.

Meski berambisi bertemu Marquez, Chris tetap mengajukan syarat agar pertandingan digelar di Mandala Bay, Singapura, yang menjadi tempat netral. Seperti dilansir situs Fightnews, Chris yang sudah 16 kali mempertahankan gelar, siap bertanding di kelas apapun.

Sejak memegang gelar juara pada 2003 hingga saat ini, Chris baru bertanding di kelas bulu. Sedangkan Marquez, sudah tampil di berbagai kelas seperti bulu, ringan dan juga welter

7 Ular Terbesar Di Dunia ( video )

Pernahkah membayangkan melihat ular besar dengan panjang ratusan meter dan berat ratusan kilo gram tak heran Dengan ukuran besar tadi tak heran ular tersebut dapat menrkam dan menelan bulat bulat mangsanya seukuran monyet manusai bahkan banteng berikut ini ada 7 7 Ular Terbesar Di Dunia berdasarkan ukuran dan beratnya simak videonya berikut ini.

10 spesies Flora Dan Fauna Terbaru DI Kalimantan

Kalimantan adalah salah satu pulau terluas di dunia. Nah, saking luasnya sehingga ilmuwan hingga kini masih sering menemukan ratusan spesies flora dan fauna baru setiap bulannya. Dari mulai yang biasa-biasa saja hingga yang unik semuanya ada.

Berikut ini adalah beberapa flora dan fauna unik Kalimantan yang ditemukan para ilmuwan beberapa bulan yang lalu.

1. Barbourula Kalimantanensis



Diakui oleh para ilmuwan sebagai kodok tidak berparu-paru pertama di dunia. Hewan yang langka ini bernapas seluruhnya melalui kulit. Tanpa paru-paru memungkinkan hewan ini untuk memiliki bentuk yang lebih aerodinamik untuk membantunya bermanuver di sungai-sungai Kalimantan yang deras.


2. Dendrelaphis Kopsteini



Disebut juga Kopstein’s bronzeback adalah ular yang bisa tumbuh hingga 1,5 meter. Hewan ini memiliki warna terang dengan campuran biru, hijau dan coklat. Walaupun tampak menarik, namun ular ini memiliki gigitan yang menyakitkan.


3. Dendrobium Lohokii



Anggrek cantik ini dapat tumbuh setinggi 1 meter dan memiliki lebar bunga 2 – 3 cm.


4. Eirmotus Insignis



Ikan sepanjang 1,5 inchi ini memiliki gerakan yang lambat dan lembut, merupakan salah satu jenis ikan dari 17 ikan baru yang ditemukan di kalimantan.


5. Eulichas villosa



Salah satu kumbang unik dari daratan Kalimantan, belum banyak diketahui tentang kumbang ini.


6. Ibycus Rachelae



Siput ini adalah yang paling unik dari seluruh penemuan terbaru. Selain warnanya yang hijau kekuning-kuningan, siput ini juga memiliki ekor yang panjang. Saat masa perkawinannya hewan ini menembakkan sejenis “panah cinta” kepada pasangannya.


7. Macrobrachium Kelianense



Udang spesies baru ini memiliki panjang 1 cm.


8. Rhacophorus Penanorum



Kodok ini bisa melompat dari satu dahan ke dahan lainnya. Bukan itu saja keunikannya, kodok ini pada pagi hari berubah warna menjadi coklat.


9. Thrixspermum Erythrolomum



Adalah salah satu dari 37 anggrek unik baru yang ditemukan di Kalimantan.


10. Spectacled Flowerpecker



Burung abu-abu ini untuk sementara belum diberi nama ilmiah karena masih dalam tahap penelitian.

sejarah kerajaan kutai

Pendiri Dinasti


Diperkirakan Kerajaan Kutai berdiri pada abad 4 M prasasti tersebut didirikan oleh Raja Mulawarman. Bukti sejarah tentang kerajaan Kutai adalah ditemukannya tujuh prasasti yang berbentuk yupa (tiang batu) tulisan yupa itu menggunakan huruf pallawa dan bahasa sansekerta.


Adapun isi prasati tersebut menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga. Ia mempunyai seorang putra bernama Asawarman yang disebut sebagai wamsakerta (pembentuk keluarga). Setelah meninggal, Asawarman digantikan oleh Mulawarman. Penggunaan nama Asawarman dan nama-nama raja pada generasi berikutnya menunjukkan telah masuknya pengaruh ajaran Hindu dalam kerajaan Kutai dan hal tersebut membuktikan bahwa raja-raja Kutai adalah orang Indonesia asli yang telah memeluk agama Hindu.


Kehidupan Kerajaan

Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut adalah sebagai berikut :
Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur
Masyarakat di Kerajaan Kutai memiliki kemampuan beradaptasi dengan budaya luar (India), mengikuti pola perubahan zaman dengan tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri.


Kehidupan ekonomi di Kerajaan Kutai dapat diketahui dari dua hal berikut ini :

Letak geografis Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.


Keterangan tertulis pada prasasti yang mengatakan bahwa Raja Mulawarman pernah memberikan hartanya berupa minyak dan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.


Kehidupan budaya masyarakat Kutai sebagai berikut :
Masyarakat Kutai adalah masyarakat yang menjaga akar tradisi budaya nenek moyangnya.
Masyarakat yang sangat tanggap terhadap perubahan dan kemajuan kebudayaan.
Menjunjung tingi semangat keagamaan dalam kehidupan kebudayaannya.


Masuknya Pengaruh Budaya

Masuknya pengaruh budaya India ke Nusantara, menyebabkan budaya Indonesia mengalami perubahan. Perubahan yang terpenting adalah timbulnya suatu sistem pemerintahan dengan raja sebagai kepalanya. Sebelum budaya India masuk, pemerintahan hanya dipimpin oleh seorang kepala suku.


Selain itu, percampuran lainnya adalah kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia mendirikan tugu batu. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa dalam menerima unsur-unsur budaya asing, bangsa Indonesia bersikap aktif. Artinya bangsa Indonesia berusaha mencari dan menyesuaikan unsur-unsur kebudayaan asing tersebut dengan kebudayaan sendiri.


Bangsa Indonesia mempunyai kebiasaan mendirikan tugu batu yang disebut menhir, untuk pemujaan roh nenek moyang, sedangkan tugu batu (Yupa) yang didirikan oleh raja Mulawarman digunakan untuk menambatkan hewan kurban.


Pada prasasti itu juga diceritakan bahwa Raja Mulawaraman memerintah dengan bijaksna. Ia pernah menghadiahkan ± 20.000 ekor sapi untuk korban kepada para brahmana / pendeta. Dan dalam prasasti itu pun menyatakan bahwa Raja Aswawarman merupakan pendiri dinasti, mengapa bukan ayahnya Kudungga yang menjadi pendiri dinasti tetapi anaknya Aswawarman? Hal itu karena pada saat itu Raja Kudungga belum memeluk agama Hindu, sehingga ia tidak bisa menjadi pendiri dinasti Hindu.


Dari Raja Aswawarman menurunlah sampai Mulawarman, karena Mulawarman pun memeluk agama Hindu. Hal itu diketahui dari penyebutan bangunan suci untuk Dewa Trimurti. Bangunan itu disebut bangunan Wapraskewara dan di Gua Kembeng di Pedalaman Kutai ada sejumlah arca-arca agama Hindu seperti Siwa dan Ganesa.


Bukti Peninggalan

Bukti sejarah Kerajaan Kutai ini adalah ditemukannya tujuh buah prasasti yang berbentuk Yupa (tiang batu)

Selayang Pandang Tentang Kerajaan Kutai

Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang muncul sekitar tahun 400 M.
Letak Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai terletak di daerah Muara Kaman di tepi Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Sungai Mahakam dapat di layari dari pantai sampai masuk daerah Muara Kaman sehingga letak Kutai menjadi sangat strategis.

Sumber Sejarah Kutai
Sumber sejarah utama tentang Kutai adalah prasasti yang disebut Yupa. Yupa adalah tugu batu yang bertulis sebagai prasasti. Yupa juga berfungsi sebagai tugu peringatan upacara kurban. Di Kutai ditemukan tujuh buah Yupa. Prasasti yang berbentuk Yupa ditulis dengan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta

Pemerintahan dan Kehidupan Sosial Ekonomi
Salah satu dari Yupa ada yang memuat silsilah raja Mulawarman. Diterangkan bahwa Kudungga mempunyai putra bernama Aswawaman. Raja Mulawarman dikatakan sebagai pemeluk Agama Hindu Syiwa yang taat. Hal itu dibuktikan dengan telah dibangunnya tempatsuci Agama hindu yang dinamakan Waprokeswara. Ia juga dikenal sebagai raja yang dekat dengan kaum brahmana dan rakyat. Dilihat dari segi sosial masyarakat Kutai mulai mengenal kasta-kasta yang sebelum mendapat pengaruh India tidak pernah dikenalnya. Kehidupan ekonomi mengalami perkembangan. Kerajaan Kutai yang terletak di tepi sungai mendorong masyarakat melakukan kegiatan pertanian. Selain itu mereka banyak yang melakukan perdagangan.

bahasa kutai

    Bahasa Kutai adalah bahasa Melayu yang hidup dan berkembang sejalan dengan perkembangan suku Kutai. Suku Kutai adalah suku yang mendiami alur sepanjang Sungai Mahakam, dan populasinya terbesar di wilayah bekas Kabupaten Kutai dahulu (Kabupaten induk dari Kabupaten Kutai BaratKutai Kartanegara, dan Kutai Timur sekarang ini).
    Bahasa Kutai umumnya hidup dan berkembang dalam bentuk penuturan (percakapan), serta sastra dalam bentuk puisi (pantun). Sangat sedikit bukti-bukti tertulis yang dihasilkan dalam bahasa Kutai, terlebih lagi yang dihasilkan pada periode pemerintahan Sultan Kutai Kartanegara. Umumnya produk tertulis pada zaman itu berbahasa Melayu, dengan huruf Jawi.
    Berdasarkan morfologi penuturannya, ada beberapa dialek dalam bahasa Kutai yang umum dijumpai saat ini, yaitu dialek Tenggarong (umum, sudah agak modern karena bercampur / dipengaruhi akan bahasa indonesia), dialek Kota Bangun, dialek Muara Muntai, dialek Muara Kaman, dan masih banyak lagi. Bahkan di kutai Timur dan Barat ada beberapa daerah yang dialeknya juga berbeda-beda. seperti dialek Muara Ancalong yang dialeknya berbeda karena penduduk mayoritas adalah dari suku dayak. Dalam satu kecamatan bisa saja dialek bahasa kutai yang digunakan berbeda - beda. Jadi penjelasan di atas adalah hanya contoh dari banyak dialek yang ada. Mungkin para peneliti sastra berikutnya akan dapat lagi merinci sub-sub dialek di wilayah sekitar Tenggarong, Kota Bangun dan Muara Ancalong tersebut. Dialek-dialek ini berkembang dengan diikuti perbedaan morfologi maupun peristilahan untuk setiap kosa kata.
    Berdasarkan Ethnologue, Bahasa Kutai terbagi menjadi dua:
    §  Bahasa Melayu Kutai Kota Bangun (kode bahasa "mqg")
    §  Bahasa Melayu Kutai Tenggarong {kode bahasa "vkt") dituturkan di Tenggarong, Loa Janan, Loa Kulu, Muara Kaman, Muara Pahu, Anggana)[1]
    Perubahan Bahasa (Melayu) Baku, a menjadi e dalam Bahasa Kutai
    Melayu
    Kutai
    mandi
    mendi
    jalan
    jelan
    darah
    derah
    balian
    belian

    ersi Bahasa Kutai Umum, Perlu di Ketahui Setiap Bahasa Kutai Yang ada di Daerah Tertentu Agak Berbeda Dalam Pengucapan, Namun Tidak Terlalu Berpengaruh Karna Biasanya Hanya Berbeda Pengucapan Pada Huruf “A” dan “E”  Misal Bahasa Kutai Tenggarong Dengan Bahasa Kutai Tanah Hulu agak Berbeda dalam Pengucapan, Namun Mempunyai Arti yang Sama Contoh bahasa indonesia : Injak dalam bahasa Tanah Hulu : Tijek, dan penyebutan Kutai Tenggarong : Tijak,. Tujuan Saya Memposting Kosa Kata Ini Adalah Untuk Membuat E-book Gratis Kamus Bahasa Kutai, Karna Saya sudah melakukan pencarian di Website2 Penyedia Ebook Tidak Menemukan Adanya download Kamus Bahasa Kutai dalam format Pdf Maupun Dalam Format Ebook, Jadi di Harapkan Kontribusi pembaca Dalam Memberi Masukan Dan Tambahan Dalam Kamus Bahasa Kutai ini. Bagi Yang Baru Belajar dan mendalami Bahasa Kutai Etam ne, Silahkan Belajar Pada Kosa KataBahasa Kutai di Bawah.Ini ada Beberapa Kosa Kata Bahasa Kutai Yang Belum Sempurna, Yang saya ambil dari Blog Kutaihulu.blogspot.com Yang memposting Bahasa Kutai Versi Kota Bangun dan Saya Melanjutkan Dengan Versi Bahasa Kutai Umum.

    KUTAI -  INDONESIA
    A
    Aer
    Air
    Alak
    Ambil
    Ambong
    Melempar Keatas
    Ambek
    Gendong
    Ampik
    Kain, Selimut
    Amun
    Kalau
    Andak
    Taruh
    Angkit
    Angkat
    Asek
    Asik
    Awak
    Kamu
    B
    Bahas
    Penyakit yang Sangat Sekarat
    Baii
    Babi
    Basoh
    Cuci
    Bantas
    Makan , Menghabisi
    Bejekat
    Melengket
    Bejinaka
    Berbohong
    Beber
    Bibir
    Begeges
    Menggaruk
    Beherak, Berak
    Beol, Buang air besar
    Behuntut
    Kaki gajah (penyakit)
    Behuma, Bekebon
    Berladang, Berkebun
    Behonjor
    Meluruskan kaki sambil duduk
    Bemamai
    Ngomel
    Beneh, Bujur
    Betul
    Berenam
    Ber-Air
    Berres
    Cengeng
    Beretus
    Membakar ikan
    Betenongan
    Saling Bertatapan
    Betian
    Hamil
    Betis
    Kaki
    Belacan
    Terasi
    Blencok, Bluncat
    Melompat
    Blerai
    Berhamburan
    Bontok
    Busuk
    Buritan
    Belakang
    Busu
    Paman
    Busung
    Pamali
    Bungul
    Bodoh
    Bunia, Benaul
    Elang
    C
    Cabek
    Lombok, cabe
    Carang
    Bicara
    Cangkok
    Panci
    Cemapa, Cemana
    Bagaimana
    Catok
    Memukul dengan benda atau kepalan tangan
    Cecak
    Cicak
    Cobek
    Ulekan Sambal
    Culas
    Curang
    D
    Dodong
    Lelah
    E
    Emek
    Ibu
    Endik
    Tidak
    Endak
    Mau
    Esot
    Geser
    Etam
    Kita
    F
    G
    Gaer
    Takut
    Gamat
    Lambat
    Gangan
    Sayur
    Geden
    Canda
    Geges
    Garuk
    Goyak
    Goyang
    Gropang
    Gigit
    Gulik
    Kelereng
    Gubang
    Perahu
    H
    Habang
    Merah
    Halus
    Kecil
    Hambat
    Pagi
    Hali
    Bodoh
    Huma
    Ladang
    I
    Igut
    Tarik
    J
    Jaga
    Awas
    Jeleki
    Jahil
    Jukut
    Ikan
    Jemput
    Mengambil atau memungut
    Jekat
    Lengket
    Jereh
    Susah
    Jagur
    Tinju
    Jawat
    Pegang
    Jorok
    Dapur
    Jangking
    Dagu
    Jinaka
    Bohong
    K
    Kabbet
    Pungut
    Kappek
    Dompet
    Kanak
    Anak
    Kaik
    Kakek
    Kawa
    Boleh
    Kanohan
    Danau
    Keceng
    Panci untuk memasak nasi
    Kesor
    Ngesot
    Kehe
    Mampu
    Kettul
    A lot
    Kemaii
    Kemarin
    Kepai
    Lelah . bosan
    Kenyai
    Kunyah
    Ketunuan
    Kebakaran
    Kloran
    Betis
    Koyok
    Anjing
    Kode
    Monyet
    Kopek
    Kupas
    Koros
    Kurus
    Kodal, Kolot
    Kotor
    Koceng
    Kucing
    Kitta
    Kamu untuk orang yg lebih tua
    Kiwa
    Kiri
    Kreme
    Cacing
    Krongo
    Curang
    Krepet
    Lengket
    Kula
    Keluarga
    Kuris, Kropeng
    Koreng
    Kumut
    Selimut
    L
    Langat
    Panas terik matahari
    Latat
    Panas
    Lading
    Pisau
    Lawas
    Lama
    Lauu
    Labu
    Lelap
    Tenggelam , banjir
    Lepi
    Lepas
    Lepat
    Dipukul dgn benda (sprit mencambuk)
    Lengis
    Habis
    Loros
    Runtuh
    Lopat
    Astaga
    Lias
    Liar
    M
    Mamai
    Ngomel
    Manok
    Ayam
    Marrang
    Panas
    Mahut
    Terlalu
    Merian
    Sore
    Meriantu
    Kemarin
    Merotak
    Kotor
    Melepi
    Melepas
    Mehonjo
    Grakan mngmbil sesuatu yg tinggi
    Meramma
    Curiga
    Merajok
    Merajuk
    Merengot
    Merenung
    Mereng
    Miring
    Mekko
    Makan
    Mendi
    Mandi
    Mlengah
    Melihat kebelakang, menoleh
    Mingat
    Bangun
    Mose
    Marah, kesal
    Mole
    Meleleh
    Monjek
    Manja
    Mpai
    Besok
    Mrasa
    Pernah
    Mrahong , mriak
    Teriak
    Muha
    Muka
    Mun
    Kalau
    Mulang
    Kembali, pulang
    N
    Nakak
    Bohong
    Napa gerang
    Kenapa
    Naggok
    Meneguk
    Ncarang
    Berbicara
    Ndeloh
    Tidur disiang hari
    Ngantok
    Mengantuk
    Ngacak
    Ngolok
    Ngenyai
    Ngunyah
    Ngalu
    Pusing
    Ngolah
    Mendayung
    Ngoap
    Nguap
    Nonjek
    Berjalan kaki
    Nunu , nimbun
    Membakar
    Nulungi
    Membantu
    Nyalor
    Enek
    O
    Olah
    Dayung
    Onyot
    Pelan
    P
    Paii
    Besok
    Panau
    Panu
    Pais
    Kukus
    Pepak
    Mengigit sesuatu yang keras
    Pegat
    Putus
    Pepal
    Memukul
    Pegi
    Pergi
    Pesek
    Kupas
    Penyogor
    Sutil
    Peliuran
    Ngidam
    Pipat
    Lupa
    Pija
    Ikan asin
    Pira
    Hama pada buah
    Polah
    Bikin
    Pore
    Besar
    Potok
    Memutus
    Prijak
    Kemiri
    Pupus
    Selesai
    Pukung
    Sembunyi
    Pujak
    Tombak mata pipih
    Purus
    Keturunan
    Puttik
    Memungut, mengambil
    Q
    R
    Rancak
    Sering
    Rannam
    Air
    Regap
    Peluk
    Rengkeng
    Kurus
    Renes
    Gerimis
    Rentas
    Jahitan yg robek
    Rompang
    Ompong
    Rumpak
    Tambrak
    Rottos
    Terlalu
    Rotok
    Sampah
    S
    Sahang
    Merica
    Sanga
    Goreng
    Salai
    Ikan asap, di asapi
    Sesat
    Nyasar
    Selawar
    Celana
    Serapang
    Tombak mata 3
    Siup
    Pingsan
    Sida
    Mereka
    Sogon
    Kuali
    Stumat
    Sebentar
    Sumap
    Kukus
    Sontol
    Mendorong kepala
    T
    Tajong
    Sarung
    Taroh
    Letak
    Tambak
    Jalanan aspal, jalan raya
    Tarai
    Coba
    Tepas
    Mecuci pakaian atau sejenis kain
    Tanjal
    Pingsan
    Tepek
    Memukul dgn telapak tangan atau raket
    Tetak
    Potong
    Tedong
    Ular
    Tebelorot
    Melorot
    Tebok
    Berlubang. Bocor
    Tegak
    Mirip
    Tekelijik
    Terkejut
    Tegak apa
    Bagaimana
    Telek
    Melihat
    Tias
    Hujan sudah reda
    Tiruk
    Tombak runcing
    Tigu
    Telur
    Tijak
    Injak
    Tohor
    Dangkal
    Tuhing
    Durhaka
    Tulak
    Berangkat
    Tumat
    Bentar
    Tulung
    Bantu
    Tunu
    Bakar
    Tuala
    Handuk
    Tua
    Yg lbh tua dari bpk/ibu kita
    U
    Umpat
    Ikut
    Uyung
    Kejar
    Urang
    Orang
    Banyak istilah-istilah dalam Bahasa Kutai pada umumnya (Bahasa Kutai Kota Bangun pada khususnya) sulit diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Dan ada beberapa kata-kata hiasan kalimat yang apabila digunakan pada kalimat-kalimat tertentu akan memiliki arti yang berbeda. Dengan nada bicara yang berbeda juga dapat menimbulkan arti yang berbeda.Beberapa kata yg merupakan hiasan-hiasan kalimat dalam percakapan Bahasa Kutai Kota Bangun. Seperti; Kata “hak”, “leh”, “lang”, “gin” (kata-kata ini semacam penegasan dalam kalimat).
    contoh:
    “makan hak” artinya “makan saja” (kalimat perintah)
    “alak hak tu di atas lemari” artinya “silahkan ambil saja di atas lemari” (kalimat perintah)
    *kebanyakan “hak” di gunakan dalam kalimat yg mengandung perintah.
    sedangkan “leh” merupakan hiasan kalimat.
    “apa lang..?” artinya “memangnya kenapa?” ( kata “lang” dalam kalimat ini mengadung “pertanyaan”)
    “kau 
    lang nde mau..” artinya “kamu sih gak mau” (kata “lang” dalam kalimat ini semacam penegasan; “sih”)
    “beneh 
    lang?” artinya “betulan kah?” ( kata “lang” dalam kalimat ini mengadung “pertanyaan”)
    “aku gin” artinya “aku juga”
    “aku 
    gin mia ge” artinya “aku juga seperti itu” ( kata “gin” dalam kalimat ini mengandung arti “juga”)
    “nde usah gin” artinya “tidak usah aja” (kata “gin” dalam kalimat ini mengandung perintah)
    Kata “LOPAT”
    kata “lopat” digunakan seperti kata “astaga” dalam Bahasa Indonesia. Dalam Bahasa Kutai di sebut “telet”/”betelet”.
    “telet” sendiri ada beberapa macam, seperti:
    -Lopat, Opat, lopay, opay, Lopet, Opet, Loset, Lokos, Lenas (bhsa muara ancalong), Empus (bhsa sengata) dll.
    download ebook bahasa kutai via  4shared, ziddu.
 
Support : Muhammad Sainudin Noor | Putera Muara Kaman Ilir | the best of the best
Copyright © 2013. Muhammad Sainudin Noor - All Rights Reserved
Template Modify by Muhammad Sainudin Noor
Proudly powered by Blogger