Skip to main content

Aspirasi


Aspirasi



Dua anak kura-kura saling bertatapan ketika orang yang memeliharanya menempatkan mereka di akuarium kering. Padahal, dua kura-kura kecil itu tergolong kura-kura air. Kontan saja, mereka blingsatan.

“Dasar, manusia kurang pengetahuan!” suara kura-kura yang agak lebih besar. “Iya, kenapa manusia ini tidak belajar dulu tentang kita?” sahut yang kecil menimpali.

Tak lama, keduanya pun merasakan siraman air. Byurr! Dua anak kura-kura menyambut gembira. Tapi, kegembiraan itu tak lama. Karena air yang tersiram begitu banyak,melebihi batas jangkauan leher kura-kura yang butuh nafas di udara bebas.

Lagi-lagi, dua anak kura-kura itu blingsatan. Keduanya tampak mulai pucat karena tak mampu menjangkau permukaan air untuk mengambil nafas. Kalau saja bisa terdengar, mungkin si pemelihara kura-kura akan kaget dengan omelan dua kura-kura kecil itu: “Hei, belajar dulu, dong! Baru ngurusin kita!”

Melihat keanehan itu, si pemelihara kura-kura mulai sadar. Air pun ia kurangi. Dan, wajah puas pun terlihat ketika si pemelihara kura-kura mendapati hewan-hewannya sudah bertingkah normal.

Sesaat kemudian, si pemelihara kura-kura menyeburkan beberapa sobekan roti kedalam akuarium. Ia berharap, kalau peliharaannya akan berebut melahap roti. Tapi, kedua anak kura-kura itu tak peduli.

Kalau saja si manusia pemelihara kura-kura itu mendengar ucapan hewan peliharaannya, ia akan mendengar ucapan ini. “Aduh, gimana sih. Orang butuh cacing air dikasih roti!”
**

Kehidupan mendudukkan manusia pada posisi yang unik. Manusia berkesempatan dan berkemampuan menjadi pemimpin. Manusia punya kemampuan memimpin hewan, tumbuhan, bahkan sesama manusia lain. Saat itulah, manusia bisa menjadi pengendali.

Masalah akan timbul ketika sang pemimpin punya ego yang ingin dipaksakan. Atau, ia memang tidak paham dengan makhluk-makhluk yang ia pimpin: kapasitas, selera, kecenderungan, budaya, dan berbagai hal lain.

Jangan sampai ia seperti pemelihara kura-kura yang buta dengan semua aspirasi hidup yang ia pimpin. Karena didengar atau tidak, mereka yang dipimpin akan mengatakan, “Gimana sih. Orang butuh ini dikasih itu!”

by: Muhammad Sainudin Noor

Comments

Popular posts from this blog

SEMUA TENTANG SAMSUNG CHAMP GT-C3303i

karena saya baru membeli samsung champ maka saya akan memberitahu semua tentang Samsung Champ. Spesifikasi Samsung C3303i Champ Size Dimensions : 96.3 x 53.8 x 13 mm Weight : 80 g Display Type :TFT resistive touchscreen, 256K colors Size :240 x 320 pixels, 2.4 inches - TouchWiz Lite UI Sound Alert types : Vibration, MP3 ringtones Speakerphone : Yes, with stereo speakers - 3.5 mm audio jack Memory Phonebook : 1000 contacts, Photocall Call records : Yes Internal : 30 MB Card slot : microSD, up to 8 GB, buy memory Data GPRS : Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 – 48 kbps EDGE : Class 10, 236.8 kbps 3G : No WLAN : No Bluetooth : Yes, v2.1 with A2DP Infrared port : No USB : Yes, microUSB v2.0 Camera Primary : 1.3 MP, 1280 x 1024 pixels Video : Yes, QCIF@15fps Secondary : No Features Messaging : SMS, MMS, Email Browser : WAP 2.0/xHTML, HTML Radio : Stereo FM radio; built-in antenna Games : Yes Colors : Deep black, Espresso brown, Sweet pink, Chic white GPS : No Java : Yes, MIDP 2.0 - Social...

Chord & Tab Gitar : Mujhse Dosti Karoge

Chord & Tab Gitar : Mujhse Dosti Karoge - Mujhse Dosti Karoge Intro : e-3-5-6--3-5-6--3-5-3/1------- B------------------------------ G------------------------------ D------------------------------ A------------------------------ E------------------------------ e-1-3-5--1-3-5--1-6-5-3-3----- B------------------------------ G------------------------------ D------------------------------ A------------------------------ E------------------------------ Strum G major Few times..(listen to da song) Strum G, F, and G major few times (listen to da song) song starts.... G.....................................F.... keh do ki tum mere dil mein rahoge F.....................................G.... keh do ki tum mujhse dosti karoge repeat 2X C............G............F..................G.... .. Dekhungi, sochungi, kal parso kuch kahungi

Sejarah Dan Proses Pembuatan Vaksin

Sejarah Pembuatan Vaksin “Vaksin” berasal dari kata vacca yang berarti sapi. Penemuan vaksin telah mencegah kesakitan bahkan kematian jutaan orang di seluruh dunia. Dunia sudah selayaknya mengucapkan terima kasih untuk pionir-pionir seperti Jenner dan Pasteur. Mereka telah menemukan vaksin yang mencegah tingginya angka kesakitan dan kematian. Namun demikian, kondisi masih memprihatinkan, bahkan dirasakan tragis, karena menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), hampir dua juta anak-anak masih menjadi korban penyakit tiap tahun. Lebih dari 90.000 orang anak mengalami kelumpuhan polio yang mestinya bisa dicegah melalui imunisasi. \Menutup tahun-tahun pada abad ke-19 dan memasuki abad ke-20 ditandai dengan munculnya achievements of great vaccine scientist seperti Pasteur. Sejak Jenner vaccinia 200 tahun yang lalu diperkenalkan, sembilan penyakit utama manusia telah dapat dikendalikan dengan penggunaan vaksin: smallpox (1798), rabies (1885), plague (1897), difteri (1923), pertusis (1926)...