Skip to main content

Kisah nyata dari Indonesia : KONSUMSI NASI BASI KARENA KELAPARAN

(RePost Older Status)
Nangis baca ini   :'(
Semoga bisa menyadarkan para PEJABAT-PEJABAT NEGARA..

"KONSUMSI NASI BASI KARENA KELAPARAN"

Innalillahi wainailaihi rojiun, tragis betul nasib Mbah Samidi, 60 tahun, tukang becak di kota lama Semarang ini,didapati meninggal akibat keracunan nasi basi. Dia nekad menyantap nasib tak layak konsumsi itu karena TIDAK PUNYA UANG untuk beli makan.

Dia meregang nyawa di dekat becak yang jadi gantungan hidupnya. jasadnya berkalang tanah, tepat di bawah spanduk seorang CALEG PARLENTE yang pasti berjanji pro rakyat kecil.

Menurut kesaksian rekan seprofesinya seperti yang dishare di group Fesbuker Indonesia, Mbah Samidi tidak pernah terbersit sedikit pun niat untuk mencuri uang receh, sekadar untuk beli nasi murahan di warung kucing agar perut kempisnya bisa terisi.

Keteguhan sikap rakyat jelata yang harus ditebusnya dengan nyawa. Betapa mulia dia dibanding pejabat, anggota DPR, kepala daerah, para penguasa lainnya yang kaya raya, duduk di kursi empuk, makan enak, berdasi mahal, pelesir ke mana-mana, setiap saat menghitung laba, dan mengaku mendapat amanah jadi pemimpin, tapi rakusnya tak terkira saat menggarong duit rakyat.

Berita duka kepergian Mbah Samidi yang dishare di situs social media Facebook itu, seketika mengundang simpati dan rasa duka yang mendalam dari para penggiat social media Facebook khususnya yang bergabung dalam Fesbuker Indonesia. “Innalillahi wa'innailahi rojiun, potret anak bangsa yang teguh dengan pendirian dan jujur meski harus meregang nyawa. Semoga engkau diterima disisi Allah Subhanawata'ala,”

Walaupun Mbah Samidi kurang mendapat tempat yg layak di dunia Insya Allah dia akan mendapat tempat yang layak dan mulia disisiNya, tidak seperti para koruptor yang pasti akan mendapatkan azab di akhirat kelak. Bagaimanapun juga mbah Samidi lebih mulia dari para koruptor. Innalillahi wainnailahi roji'un,”

Hanya bisa istighfar dan istighfar. Mampukah kita nanti menghadap kepada Allah dengan tanpa beban? Utamanya yang membawa wewenang agama dan pemerintah ? Inilah yang lebih subtansial untuk kita ingatkan pada seluruh bangsa Indonesia. Bahwa hal-hal yang lebih riil dan subtansial, malah terlupakan. Astaghfirullaahal 'adhiim,"

Miskin tapi kaya akhlak itu lebih mulia daripada kaya tapi miskin akhlak,tidak bisa menjaga amanah rakyat,korupsi demi kepentingan pribadi.

Semoga bisa menyadarkan kita semua,walau beliau miskin,dan kelaparan tidak terbesit dalam hati untuk mencuri demi sesuap nasi,beda dengan para koruptor,sudah kaya masih makan uang rakyat??
Inilah yang lebih subtansial untuk kita ingatkan pada seluruh bangsa Indonesia.
Silahkan di Share

Comments

Popular posts from this blog

Do'a Sebelum Belajar Dan Sesudah Belajar

1. Doa Sebelum Belajar "Rodlittu billahirobba, wabi islamidina, wabimuhammadin nabiyyawwarasululla ,robbi zidnii ilmaa warzuqnii fahmaa." Arti: "Aku ridho Allah sebagai Tuhanku dan agama Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai nabi dan utusan Allah. Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu, dan berikanlah aku karunia untuk memahaminya." 2. Doa Sesudah Belajar "Allahumma arinal haqqo haqqon, warzuqnattibaa'ahu, wa arinalbaathila baathulan warzuqnajtanaabahu." Arti:" Ya Allah, tunjukanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami dapat mengikutinya dan tunjukanlah kepada kami kejelekan , sehingga kami dapat menjauhinya."

Chord & Tab Gitar : Mujhse Dosti Karoge

Chord & Tab Gitar : Mujhse Dosti Karoge - Mujhse Dosti Karoge Intro : e-3-5-6--3-5-6--3-5-3/1------- B------------------------------ G------------------------------ D------------------------------ A------------------------------ E------------------------------ e-1-3-5--1-3-5--1-6-5-3-3----- B------------------------------ G------------------------------ D------------------------------ A------------------------------ E------------------------------ Strum G major Few times..(listen to da song) Strum G, F, and G major few times (listen to da song) song starts.... G.....................................F.... keh do ki tum mere dil mein rahoge F.....................................G.... keh do ki tum mujhse dosti karoge repeat 2X C............G............F..................G.... .. Dekhungi, sochungi, kal parso kuch kahungi

UJE MENINGGAL: Inilah Kisah Perjalanan Hidup Si Ustad Gaul

JAKARTA–Kabar meninggalnya Ustad Jefri Al Buchori Jumat (26/4/2013) dini hari membawa kesedihan mendalam bagi yang mengenalnya, baik secara langsung atau melalui dakwahnya di layar kaca. Ustad yang akrab disapa Uje ini lahir di Jakarta, 12 April 1973, dan berpulang tadi subuh di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, akibat kecelakan motor besar, hal yang sangat dia suka. Uje adalah seorang pendakwah atau ustad yang bisa membahasakan dakwah agama Islam itu dalam gaya bahasa anak muda, karena itulah dia juga dikenal sebagai ustad gaul. Jefri merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan almarhum H Ismail Modal dan Ustz Hj Tatu Mulyana, yang mendapat pendidikan agama Islam kuat sejak kecil. Sejak usia dini, dia tampil di gelanggang MTQ tingkat DKI Jaya dan meraih prestasi bagus. Pendidikan pesantren dia kecap seusai SD, di Pondok Pesantren el-Qolam Gintung, Tangerang. Setamat pesantren ini, dia melanjutkan ke madrasah aliyah, yang justru menjadi arena bagi dia un...