Skip to main content

Kisah Keluarga menyentuh hati : SATU JAM SAJA

SATU JAM SAJA

Ada seorang ayah yang setiap hari bekerja keras dan pulang larut malam. Bahkan seringkali di hari sabtu dan minggu pun ia bekerja. Suatu hari seperti biasa ia lembur lagi, dan pulang dengan tubuh lelah dan pikiran penat. Sampai di rumah ia menjumpai anaknya yang masih kecil menantinya di ruang tamu.

“Malam ayah, bolehkah aku bertanya?”, tanya si anak.

“Mau tanya apa tho?”, dengan nada sedikit terganggu ayahnya menjawab, (maklumlah sudah capek).

“ayah, berapa gaji papa per jam?”, tanya si anak dengan hati-hati (takut dimarahi)

“Aduh ngapain sih kamu tanya begituan?”, hardik sang ayah.

“Maaf ayah, saya cuma ingin tau…”

(berpikir sejenak) “Ya sudahlah, kira2 gaji ayah satu jam nya 50 ribu”

“Oh”, jawab si anak, sejenak kepalanya tertunduk berpikir. Lalu dengan sangat perlahan si anak berkata, “Kalau begitu… bolehkah saya pinjam… 10 ribu saja ayah…?”

Sang ayah pun bangkit amarahnya, “Jadi kamu nanya cuman mau pinjam uang? Sudah berani kamu ya nanya gaji ayah cuman supaya kamu bisa pinjam uang untuk beli mainan tak berguna atau jajan! Cepat kamu masuk kamar dan tidur!”

Anaknya pun tanpa berkata apa2 lagi, menundukkan kepala lalu masuk ke kamarnya dan sang ayah pun pergi mandi. Setelah mandi, sambil berbaring di tempat tidurnya sang ayah berpikir, “Mungkin aku terlalu galak pada anak ku, mungkin dia memang benar2 ingin membeli sesuatu, pelitnya aku ini, 10 ribu saja aku marah pada anak ku”. Kemudian sang ayah pun bangun, mengambil 10 ribu dari dompetnya dan menuju kamar anaknya.

“Nak..”, panggilnya dengan pelan, mungkin anaknya sudah tertidur, “…kamu belum tidur?”

“Belum ayah, maaf, dari tadi saya belum bisa tidur”, sahut anaknya.

“Mungkin ayah tadi terlalu kasar kepadamu, maaf tadi ayah sangat lelah dan menumpahkan marah kepadamu, nih, 10 ribu yg tadi kamu minta”.

Dengan wajah ceria anaknya menerima uang itu. Lalu anaknya mengambil sebuah kotak pensil tua yang ada dibawah bantalnya, mengambil segenggam uang dari situ, lalu menghitung uangnya.

Sang ayah pun marah lagi, “Kamu ni, sebenernya mau beli apa sih? Udah punya uang gitu, masih mau pinjam lagi!”

Setelah selesai menghitung embaran-lembaran lusuh uang di tangannya, sang anak memandang ayahnya dan menjawab, “terima kasih ayah, sekarang uangku sudah cukup”

“Sebenernya kamu ini mau ngapain sih! Jawab pertanyaanku”, hardik ayahnya lagi

Dengan ceria dia menjawab, “ayah, ini sekarang aku punya uang 50 ribu, bolehkah aku membeli waktumu satu jam? Pulanglah lebih awal besok, aku kangen makan malam sama ayah…”

Comments

Popular posts from this blog

Chord & Tab Gitar : Mujhse Dosti Karoge

Chord & Tab Gitar : Mujhse Dosti Karoge - Mujhse Dosti Karoge Intro : e-3-5-6--3-5-6--3-5-3/1------- B------------------------------ G------------------------------ D------------------------------ A------------------------------ E------------------------------ e-1-3-5--1-3-5--1-6-5-3-3----- B------------------------------ G------------------------------ D------------------------------ A------------------------------ E------------------------------ Strum G major Few times..(listen to da song) Strum G, F, and G major few times (listen to da song) song starts.... G.....................................F.... keh do ki tum mere dil mein rahoge F.....................................G.... keh do ki tum mujhse dosti karoge repeat 2X C............G............F..................G.... .. Dekhungi, sochungi, kal parso kuch kahungi

Do'a Sebelum Belajar Dan Sesudah Belajar

1. Doa Sebelum Belajar "Rodlittu billahirobba, wabi islamidina, wabimuhammadin nabiyyawwarasululla ,robbi zidnii ilmaa warzuqnii fahmaa." Arti: "Aku ridho Allah sebagai Tuhanku dan agama Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai nabi dan utusan Allah. Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu, dan berikanlah aku karunia untuk memahaminya." 2. Doa Sesudah Belajar "Allahumma arinal haqqo haqqon, warzuqnattibaa'ahu, wa arinalbaathila baathulan warzuqnajtanaabahu." Arti:" Ya Allah, tunjukanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami dapat mengikutinya dan tunjukanlah kepada kami kejelekan , sehingga kami dapat menjauhinya."

UJE MENINGGAL: Inilah Kisah Perjalanan Hidup Si Ustad Gaul

JAKARTA–Kabar meninggalnya Ustad Jefri Al Buchori Jumat (26/4/2013) dini hari membawa kesedihan mendalam bagi yang mengenalnya, baik secara langsung atau melalui dakwahnya di layar kaca. Ustad yang akrab disapa Uje ini lahir di Jakarta, 12 April 1973, dan berpulang tadi subuh di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, akibat kecelakan motor besar, hal yang sangat dia suka. Uje adalah seorang pendakwah atau ustad yang bisa membahasakan dakwah agama Islam itu dalam gaya bahasa anak muda, karena itulah dia juga dikenal sebagai ustad gaul. Jefri merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan almarhum H Ismail Modal dan Ustz Hj Tatu Mulyana, yang mendapat pendidikan agama Islam kuat sejak kecil. Sejak usia dini, dia tampil di gelanggang MTQ tingkat DKI Jaya dan meraih prestasi bagus. Pendidikan pesantren dia kecap seusai SD, di Pondok Pesantren el-Qolam Gintung, Tangerang. Setamat pesantren ini, dia melanjutkan ke madrasah aliyah, yang justru menjadi arena bagi dia un...