Skip to main content

Kisah Pengorbana seekor burung


Seekor burung jatuh cinta pada mawar putih. Burung pun berusaha mengungkapkan perasaannya.
Tapi mawar putih berkata,”aku tidak akan pernah mencintaimu” Tapi burung tak pernah menyerah… Setiap hari burung datang untuk bertemu dengan mawar putih…
Akhirnya mawar putih berkata,”aku akan mencintaimu, jika kamu dapat merubahku menjadi mawar merah !”
Suatu hari burung datang kembali, dia memotong sayap-sayapnya dan menebarkan darahnya kepada mawar putih, hingga mawar putih berubah menjadi merah.
Akhirnya mawar putih sadar, seberapa besarnya si burung mencintai dirinya, tetapi semuanya sudah terlambat, karena burung tak akan kembali lagi ke dunia.
Dia pergi untuk selama-lamanya, mawar putih pun menyesal, walau penyesalan itu tak berarti lagi… Yang pergi tak mungkin kembali lagi…
——-
♥ Kadang kita baru sadar tentang arti cinta sejati setelah orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita…
Orang bijak bilang : Menikahi orang yang kita cintai itu hal biasa… Yang luar biasa adalah mencintai orang yang kita nikahi…
Sekarang berjanjilah untuk menjaga orang yang kita cintai… Dan hari ini cukup indah untuk mengatakan cinta kita kepadanya, bukan ?!
Menikah adalah sesuatu yang mudah, tapi menjaga pernikahan agar tetap selalu utuh, itulah Perjuangan yang sebenarnya…
Janganlah mencintai dan mencari kesempurnaan, tp cintailah ketidaksempurnaan dgn cara yang Sempurna.
Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Takhalli, Tahalli, dan Tajalli

Takhalli artinya membersihkan diri dari sifat-sifat tercela, dari maksiat lahir dan batin. Di antara sifat-sifat tercela itu menurut Imam al-Ghazali adalah pemarah, dendam, hasad, kikir, ria, takabbur, dan lain-lain. Takhalli juga dapat diartikan mengosongkan diri dari sifat ketergantungan terhadap kelezatan duniawi. Hal ini akan dapat dicapai dengan jalan menjauhkan diri dari kemaksiatan dalam segala bentuknya dan berusaha melenyapkan dorongan hawa nafsu jahat. Menurut kalangan sufi, kemksiatan dapat dibagi dua ; pertama maksiat lahir yaitu sifat tercela yang dikerjakan oleh anggota lahir seperti tangan, mulut dan mata. Sedangkan maksiat batin ialah segala sifat tercela yang diperbuat anggota batin yaitu hati. Menurut al-Ghazali moral adalah setiap hal yang mengangkat jiwa dan kehidupan menuju cahaya dan kesucian. Sedangakan kejelekan adalah semua hal yang merusak tubuh jiwa serta akal dan menjauhkan ruh dari cahaya dan kesucian. Al-Ghazali mengajak untuk tidak menjilat dalam mencar...

bahasa kutai

Bahasa Kutai  adalah  bahasa Melayu  yang hidup dan berkembang sejalan dengan perkembangan  suku Kutai . Suku Kutai adalah  suku  yang mendiami alur sepanjang  Sungai Mahakam , dan populasinya terbesar di wilayah bekas  Kabupaten Kutai  dahulu (Kabupaten induk dari  Kabupaten Kutai Barat ,  Kutai Kartanegara , dan  Kutai Timur  sekarang ini). Bahasa Kutai umumnya hidup dan berkembang dalam bentuk penuturan (percakapan), serta sastra dalam bentuk  puisi  ( pantun ). Sangat sedikit bukti-bukti tertulis yang dihasilkan dalam bahasa Kutai, terlebih lagi yang dihasilkan pada periode pemerintahan  Sultan Kutai Kartanegara . Umumnya produk tertulis pada zaman itu berbahasa Melayu, dengan  huruf Jawi . Berdasarkan  morfologi  penuturannya, ada beberapa dialek dalam bahasa Kutai yang umum dijumpai saat ini, yaitu  dialek Tenggarong  (umum, sudah agak modern karena bercampur / dipengaru...

Kumpulan Ceramah Lengkap Yusuf Mansyur MP3 dan Video

Kumpulan Ceramah Lengkap Yusuf Mansyur MP3 dan Video MP3 Benahi Shalat Kita                                                                           Nikmatnya Sedekah  2 Durhaka Terhadap Orang Tua                                                           Sedekah dan Membebaskan Kesusahan Harta Haram                                                                                   Sedekah dan Do’a Keluarga Sakinah          ...